Mengenai Kelangkaan minyak di indonesia

M.A. Zaenal ansory, petroleum engineering, Bandung Institute of technology, February 2011

Minyak adalah subjek permainan kepentingan politik, kebijakan ekonomi dan masalah keteknikan seorang engineer. Kelangkaan terjadi karena rate of exraction menjadi lebih besar daripada rate of generation, kebutuhan lebih besar dari produksi. Wacana mengenai kelangkaan minyak menjadi bahasan hangat di Indonesia, namun nyata kah bahwa kemajuan teknologi bisa membantu kita menghadapi kelangkaan ini.

Ekonomi energi membahas tentang banyak hal berkaitan dengan masalah kebijakan dan strategi peng-eksploitasi-an reserves energy di dalam bumi dan hubungannya dengan variabel-variabel ekonomi yang mempengaruhi fluktuasi harga dan kebutuhan energi dunia. Salah satu bahasan yang paling menarik adalah masalah hubungan kelangkaan minyak (oil scarcity) dengan kebijakan politik di suatu Negara. Penerapan kasusnya seperti pada kondisi Indonesia saat ini, cadangan minyak di Indonesia masih mencukupi kebutuhan dalam negeri dalam jangka tertentu namun belum di imbangi dengan kegiatan explorasi lapangan baru sebagai langkah peremajaan dan penambahan cadangan minyak negara. Masalah ini datang dari persoalan pendanaan yang besar untuk memulai suatu langkah explorasi, disertai dengan resiko kegagalan yang tinggi (high risk).

Tipe BBM                    konsumsi
(kiloliter)

Premium                     45,000
ADO                              70,000
Kerosene                    30,000

Sumber: Pertamina


Apakah hubungan antara jumlah cadangan minyak dengan kebijakan politik dan strategi penjualan?

Hal-hal yang seolah-olah tidak berkaitan namun faktanya, yang penting harus diketahui, penemuan lapangan minyak baru akan selalu didampingi oleh penurunan harga jual minyak, kesimpulan ini diperoleh dari kecenderungan yang selalu terjadi di tahun-tahun yang telah lalu. Penemuan cadangan minyak baru akan mengindikasikan kenaikan production rate dan jumlah minyak yang melimpah memicu turunnya harga jual di pasaran. Yang menjadi topik perbincangan sampai saat ini, kita masih belum tahu apakah tidak adanya penemuan lapangan minyak  (oil station) baru di Indonesia memang benar disebabkan karena cadangan minyak di proven-oil-station di Indonesia yang sudah tidak ditemukan, atau karena unsur politik dan strategi penjualan tertentu. Satu hal yang pasti, dengan meningkatnya jumlah cadangan minyak Negara sudah barang tentu kebutuhan dan hajat hidup masyarakat Indonesia akan lebih terpenuhi dengan baik.

Selanjutnya apabila kita melihat dari segi engineering, masalah mengenai kelangkaan minyak yang belakangan sering dilangsir media massa, banyak diantara mereka yang hanya melihat dari segi total cadangan reserve saja, sebagai informasi, total cadangan minyak proven di indonesia adalah 4.5 milliar barrel dengan production rate 1,5 juta barrel perhari. Dengan perhitungan sederhana, diperoleh nilai yang menyatakan umur kotor cadangan minyak di Indonesia sebesar 9 tahun. Nyatanya selain dari segi engineering, parameter yang menyatakan hal kelangkaan minyak di Indonesia harus juga dilihat dari segi kepentingan politik dan strategi penjualan, seperti yang telah disebutkan di atas. Sebagai contoh, benarlah bahwa total cadangan minyak di Indonesia memang hanya bertahan sampai umur 9 tahun dengan spesifikasi laju produksi 1.5 juta barrel perhari, namun jangka umur ini dapat bertambah besar atau malah menjadi semakin pendek jika produsen merubah nilai production rate-nya. Artinya sebelum menyetuh jangka waktu “backstop price/minyak habis”, kecepatan produksi pastinya akan menyesuaikan diri sesuai dengan total reserve yang dimiliki, prinsip ini dinyatakan dalam aturan Hotelling. Yaitu hubungan antara jumlah reserve minyak (quantity) dan harga minyak (price). Dampaknya kemudian kita bisa memperpanjang umur cadangan minyak yang dapat dieksploitasi.

Fakta lain mengenai cadangan minyak tersimpan (reserve) di Indonesia, lapangan-lapangan minyak yang berproduksi di Indonesia sebenarnya masih didominasi oleh lapangan bagian barat Indonesia. Masih sedikit sekali lapangan minyak yang di explore di bagian timur indonesia. Mudahnya, saat ini para pelaku yang berkecimpung dalam oil industry hanya mengoperasikan lapangan “di tengah kota”, dimana mereka tidak perlu terlalu memberikan feedback yang besar kepada daerah itu untuk membangun sarana dan praarana penunjang operasi industry karena semua fasilitasnya sudah ada. Jalan, transportasi, tenaga kerja dll. Sekarang ini sudah saatnya para pemain dalam oil industry  mulai melirik lapangan “di tengah hutan” yang masih berpeluang sangat besar.  Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah, harga minyak yang di ambil di lapangan ”di tengah hutan” tentunya akan lebih mahal dari pada minyak  yang berasal dari “tengah kota”. Selama ini produsen hanya menyentuh lapangan minyak bestatus proven saja, sedangkan yg berstatus possible dan probable masih belum banyak disentuh. Wajarlah karena nilai dari resiko yang ditanggung juga akan semakin besar.

Sejak tahun 1960an terdapat dua kubuh yang bersilang pendapat mengenai teori ke-energi-an dunia, kelompok pesimis (Malthusian, neo-malthusian) dan kelompok opitimis (solokon dkk). Kelompok pesimis lebih melihat dan meramalakan kelangkaan energy yang akan terjadi dimasa datang hanya dilihat dari segi kuantitas kebutuhan energy, jumlah cadangan, dan populasi penduduk dunia saja. Sedangkan kelompok optimis memasukkan hal penting mengenai kemajuan dari teknologi pengolahan energy sebagai parameter penentu keenergian dunia. Dalam istilah dunia perminyakan, masalah pemakaian teknologi pengolahan disebut juga EOR ”Enhanced oil recovery ”. dengan adanya penerapana teknologi tepat guna, nantinya, para pemain dalam oil industri bisa mengoptimalisasikan pengambilan minyak dari 15-20 % menjadi 50 % total cadangan sumur yang dapat berproduksi. Sumur-sumur yang sudah tidak berproduksi pun belum tentu sudah habis cadangannya, kadangkala penutupan produksi suatu sumur dapat disebabakan karena teknologi pengambilan cadangan minyak yang belum mampu mengambil cadangan yang tersimpan di dalam bumi, jadi langkah penutupan itu sebagai suatu cara me-reserve cadangan sampai ditemukan teknologi pengambilan yang dapat dilakukan dengan lebih efisien.

diagram prediksi kondisi masa depan dunia terkait pemakaian unrenewable energi dari kubuh pesimisdiagram prediksi kondisi masa depan dunia terkait pemakaian unrenewable energi dari kubuh pesimis

King of Oil

Mengenai masalah fluktuasi harga minyak banyak berkaitan dengan politik dunia internasional. Nyatanya naik turunnya harga minyak dunia dipengaruhi oleh kondisi sosio-politik di Negara penghasil minyak dunia. Penting untuk diketahui jika 70% dari produksi minyak dunia berasal dari Negara-negara timur tengah. Perang timur tengah, nasionalisasi, embargo, dan mekanisme kerangka pasar adalah variable yang mempengaruhi nilai harga minyak dunia. Salah satu kasus menarik adalah peristiwa yang pernah terjadi pada akhir tahun 1985, dimana saat itu terjadi peristiwa bernama “King Fadh gets angry”, akibat dari kejadian ini harga minyak dunia turun dari sekitaran harga di atas 30 US$ per barrel menajdi hanya < 20 $ per barrel. Kemudian peristiwa “George Bush visits Fadh”, adalah contoh lain betapa politik berpegaruh pada harga minyak dunia, kejadian ini adalah peristiwa kunjungan Bush ke timur tengah, hal ini berdampak pada naiknya kembali harga minyak dunia  menjadi normal, kasus lain seperti perang teluk juga berakibat pada naik turunnya harga minyak dunia, ketika krisis teluk mulai memanas dan jenderal schwarzkof menurunkan tentaranya maka saat itu juga harga minyak dunia melonjak naik (krisis teluk : invasi irak ke kwait). Sungguh ironi dan kenyataan pahit bagi dunia. Seharusnya natural resources ada dan digunakan untuk kesejahteraan manusia bersama.

About these ads
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: